Big Abadi – Kawasan Indonesia yang berada tepat di garis khatulistiwa dianggap sangat menunjang untuk perkembangan energi baru terbarukan. Pemanfaatan teknologi panel surya pun kini kian berkembang.

Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Harris mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) saat ini menjadi tantangan tersendiri untuk terus dikembangkan. Pemerintah menargetkan sektor ini bisa menghasilkan 6,5 GW listrik hingga 2025.

“Kita hadapi tantangan PLTS kendala aspek teknis dan mungkin aspek finansial. Saya rasa kita cepat lambat akan menuju perbaikan,” kata Harris, saat membuka Pameran Teknologi Ramah Lingkungan di JI-Expo, Jakarta, Kamis, 4 April 2019.

Pemerintah terus mendorong masyarakat menggunakan energi terbarukan terutama solar rooftop. Kelebihan daya dari pemasangan PLTS atas menggunakan panel surya ini dapat dijual oleh konsumen ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Tak hanya itu pihak swasta juga telah didorong untuk turut mendukung program kelistrikan nasional hingga 35.000 MW melalui energi terbarukan. Selain itu, elektrifikasi di daerah tertinggal juga perlu menjadi perhatian bersama.

“Asosiasi dan lain sebagainya sangat diharapkan bisa bahas aspek PLTS. Kita dorong energi baru terbarukan ini,” kata dia.

Ketua Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo) John Manoppo menuturkan program energi terbarukan ini menjadi momentum bagi industri perlampuan. Kebutuhan penerangan hemat energi kini telah menjadi gaya hidup tersendiri terutama masyarakat di kota besar.

“Banyak inovasi untuk lampu LED smart system dan permintaan pasar terus membesar. Pemain industri perlistrikan harus meningkatkan produk yang andal guna efisiensi energi,” ungkapnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Aptiknas) Soegiharto mengatakan program energi terbarukan juga momentum untuk untuk hadirnya 100 smart city di Indonesia. Penerapan konsep internet of thing juga berujung pada efisiensi energi.

“Teknologi solar panel juga kami gunakan, kami undang para investor dari luar untuk bisa usaha dan dunia pendidikan juga ke depan perlu dilibatkan,” pungkasnya.

 

Sumber : medcom.id

Open chat
Halo, ada yang bisa kami bantu?